Anakku,
Dunia ini bukan tempat yang ramah bagi mereka yang lengah. Ayah ingin kau tumbuh kuat, bukan hanya di badan, tapi juga di hati. Kau harus berani menahan lapar untuk sesuatu yang kau yakini benar, tapi jangan pernah menahan lapar hanya untuk terlihat keren di mata orang lain.
Belajarlah menghormati orang yang lebih tua. Jangan menyela pembicaraan mereka, apalagi menantang mereka di depan umum. Kau boleh berbeda pendapat, tapi bicaralah di waktu yang tepat. Jangan menjadi anak yang hanya tahu "hak", tapi lupa bahwa kewajiban selalu datang lebih dulu.
Kelak kau akan mengenal uang. Orang akan bilang uang bisa membeli banyak hal, dan itu memang benar. Uang bisa membeli rumah, pakaian, kendaraan, bahkan rasa hormat dari sebagian orang. Tetapi jangan pernah keliru menganggap bahwa uang bisa membeli harga dirimu. Ada orang yang kaya harta tetapi miskin kepercayaan. Ada pula orang yang hidup sederhana, namun namanya disebut dengan hormat bahkan ketika ia telah lama tiada.
Kalau ingin hidup berkecukupan, jangan berharap pada keberuntungan. Biasakan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tidak ada pekerjaan yang hina selama dilakukan dengan jujur. Jangan malu berkeringat. Tangan yang kasar karena bekerja jauh lebih mulia daripada tangan yang bersih karena hidup dari hasil memperdaya orang lain.
Kalau suatu hari rezekimu berlebih, hiduplah tetap sederhana. Kesederhanaan bukan berarti menolak kenyamanan, melainkan kemampuan untuk tidak diperbudak oleh kemewahan. Orang yang mampu mengendalikan keinginannya biasanya lebih tenang daripada orang yang selalu mengejar apa yang belum dimilikinya.
Kau mungkin mengira kebahagiaan itu berarti bebas melakukan apa saja. Itu salah, Nak. Kebebasan tanpa batas hanya membuat orang hilang arah. Ingat, pagar bukan dibuat untuk menahanmu, tapi untuk melindungimu dari jurang.
Jangan mudah percaya kata orang, apalagi yang hanya kau dengar setengahnya. Ukur dulu kebenaran dengan akalmu. Dan ingat: hidup bukan soal seberapa sering kau menang, tapi seberapa layak kau kalah.
Satu hal lagi yang ingin ayah titipkan: jagalah kejujuranmu. Mungkin ada saatnya kau melihat orang yang curang justru hidup lebih mewah, sementara orang yang jujur berjalan lebih lambat. Jangan iri. Hidup bukan perlombaan seratus meter. Reputasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hancur dalam satu kebohongan. Kalau nanti orang percaya pada ucapanmu tanpa perlu meminta sumpah, saat itulah kau memiliki kekayaan yang tidak bisa dicuri siapa pun.
Ayah menulis ini bukan untuk mengatur hidupmu, tapi karena kelak, ketika ayah sudah tiada, mungkin surat ini bisa berbicara menggantikan suara ayah yang tak lagi ada.


Posting Komentar
...