Di ketinggian, ketika dunia di bawah terbungkus lapisan awan, rasa yang hadir bukan sekadar dingin menusuk kulit. Ada keheningan yang berbicara dalam bahasa yang hanya dimenge...
Aku mencintai gunung. Tidak enak tinggal di keramaian: di sana terlalu banyak mereka yang bernafsu. Begitulah kata Friedrich Nietzsche, sang filsuf yang selalu berhasil menusu...
Dalam pusaran diskusi masyarakat 5.0 di suatu wilayah bertabur zamrud khatulistiwa, Korpala adalah sorotan dan idaman. Dalam beberapa tahun yang singkat, Korpala telah menjelm...
Survive di Korpala bukan hanya tentang bagaimana bertahan hidup di dalam ‘kondisi tidak biasa’ tetapi juga tentang bertahan hidup dengan kualitas karakter yang dimiliki. Karen...
Dari berbagai wacana yang telah berkembang, saya ingin memaparkan apa saja yang menjadi inti dari way of life Korpala. Berdasarkan pemikiran-pemikiran yang telah dijabarkan sebelum...
Suatu hari di tahun 1989, di ruang D4, di sela-sela persiapan ekspedisi putri Ary untuk pemanjatan tebing Bambapuang, saya dan Nevy terlibat dalam percakapan yang serius tenta...
Tiba-tiba degup di dada sedikit lebih cepat. Ada rasa gugup yang menyeruak ketika bersiap-siap meninggalkan pos-8. Sebentar lagi kita akan bertemu, setalah sekian lama. Iya, s...
Ada semacam rasa rindu yang sebentar lagi hendak terbayarkan, ketika merencanakan untuk kembali menyambangi Gunung Lompobattang. Tidak banyak persiapan yang ruwet, dipilih 1 J...
Lebih seratus orang sedang bersiap di Lembanna, menatap puncak Bawakaraeng yang sebentar lagi menjadi tujuan mereka. Beberapa jam lagi, rangkaian puncak kegiatan pendidikan da...
Malam dingin pekat Lembang Bu'ne memeluk erat peserta wisata alam ke-3 yang digelar Korpala di tahun 1990 itu. Jam masih menunjukkan pukul 10 malam, masih empat jam sebelum me...
Sudah begitu banyak orang dan penggiat kegiatan alam bebas menguasai dengan baik pengetahuan dan keterampilan bagaimana membuat bivak, mendapatkan makanan, membuat api diserta...