Survive di Korpala bukan hanya tentang bagaimana bertahan hidup di dalam ‘kondisi tidak biasa’ tetapi juga tentang bertahan hidup dengan kualitas karakter yang dimiliki. Karenanya, untuk saya, survive with Korpala masih merupakan kalimat menggantung. Kita perlu menambahkan beberapa huruf dan kata sehingga menjadi; "Survive with Korpala’s way of life".
Sepanjang sejarah Korpala, kita telah belajar dan berlatih tentang berbagai macam basic life skill. Katakan misalnya kita mempelajari jenis-jenis tumbuhan yang dapat dimakan, tentang bagaimana membuat api, bagaimana bernavigasi dengan peta kompas, bagaimana melakukan pertolongan pada kejadian hipotermia, dan lain-lain.
Namun di dalam perkembangan zaman yang begitu cepat, dimana saat ini kita sudah tiba di era revolusi industri 5.0, yang otomatis juga membentuk masyarakat society 5.0. Maka untuk dapat bertahan hidup dalam era ini, kita selayaknya mengantisipasi dengan mengembangkan pelatihan yang membantu kita tetap survive. Dengan berlandaskan way of life Korpala, maka sudah saatnya kita melatih diri untuk meningkatkan beberapa kualitas kecerdasan lainnya misalnya menambahkan menu life skill tentang cara menggunakan dan memanfaatkan teknologi terbaru terkini, yang akan melengkapi semua pelatihan basic life skill yang telah kita miliki selama ini.
Dan untuk meneguhkan karakter dalam way of life Korpala selaras dengan yang saya gambarkan dalam tulisan 'Jalan Pedang Korpala' yang saya buat 11 tahun lalu untuk ulang tahun Korpala ke-28, maka upgrading soft skill berikut ini menjadi sesuatu yang mutlak bukan hanya untuk mempertahankan kehidupan secara individu tetapi juga akan mempertahankan kehidupan Korpala melintasi perubahan zaman yang semakin cepat sekarang dan di masa mendatang. Untuk saat ini saya melihat empat fokus penting untuk ditingkatkan.
Pertama, kita perlu meningkatkan kualitas IQ kita di Korpala hingga berada di rentang batas yang dianggap normal yaitu 90-100. Sekedar informasi rata-rata penduduk Indonesia memiliki IQ = 78,4 data tahun 2022. Meningkatkan IQ penting karena dengan IQ yang memadai, kita dapat berpikir lebih kritis dan analitis, yang sangat berguna dalam kegiatan Korpala yang sering kali membutuhkan keputusan cepat dan tepat. Misalnya, dalam situasi darurat di lapangan, kemampuan untuk menganalisis situasi dan membuat keputusan yang bijak sangatlah penting. Dengan IQ yang baik, anggota Korpala dapat lebih efektif dalam memahami dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan dalam kegiatan sehari-hari.
Kedua, adalah melatih kecerdasan emosi sehingga manusia Korpala akan segera relevan dengan society 5.0. Secara genetik kita mewarisi sangat banyak memori genetik yang sangat berguna ketika nenek moyang sapiens masih berkeliaran sebagai pemburu pengumpul dalam rentang hidup selama 340 ribu tahun. Namun di saat sekarang sebagian besar sudah tidak relevan dan bahkan merugikan untuk kehidupan kita. Kecerdasan emosi berarti kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi kita sendiri serta memahami dan mempengaruhi emosi orang lain. Dalam konteks Korpala, kecerdasan emosi membantu kita bekerja sama dengan lebih baik, menjaga hubungan yang harmonis, dan menghadapi tekanan dengan lebih tenang. Misalnya, ketika menghadapi konflik dalam tim, kecerdasan emosi memungkinkan kita untuk merespons dengan bijaksana dan mencari solusi yang konstruktif.
Ketiga, kita juga perlu meningkatkan kualitas kecerdasan berkelompok kita. Di antara hewan-hewan yang berkeliaran di panggung evolusi, sapiens adalah spesies yang sangat rentan rusak kualitas kecerdasan berkelompoknya. Ambil contoh saja kasus ‘antri’, dalam kerusuhan di stadion sepak bola Kanjuruhan. Kecerdasan berkelompok berarti kemampuan untuk bekerja sama secara efektif dalam tim dan berkontribusi pada tujuan bersama. Dalam Korpala, kecerdasan berkelompok sangat penting karena banyak kegiatan yang membutuhkan kerjasama tim. Misalnya, dalam suatu ekspedisi, kemampuan untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik sangatlah penting untuk keberhasilan dan keselamatan seluruh tim. Dengan mengembangkan kecerdasan berkelompok, kita bisa belajar dari contoh-contoh di alam, seperti semut dan lebah, yang menunjukkan kerjasama yang luar biasa dalam komunitas mereka. Semut dan lebah bekerja sama dengan sangat efisien, masing-masing individu melakukan tugasnya untuk kebaikan seluruh koloni. Manusia, khususnya anggota Korpala, perlu mengembangkan kecerdasan berkelompok untuk dapat bertahan hidup lebih lama dan mencapai tujuan bersama dengan lebih efektif.
Keempat, kita membutuhkan kecerdasan ekologis untuk bersama-sama dengan semua kehidupan di bumi untuk dapat bertahan selama mungkin. Kecerdasan ekologis berarti kemampuan untuk memahami dan menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar kita. Dalam konteks Korpala, ini berarti memahami dampak tindakan kita terhadap lingkungan dan berusaha untuk meminimalkan dampak negatif tersebut. Misalnya, dalam kegiatan di alam, kita perlu memastikan bahwa kita tidak merusak lingkungan dan berkontribusi pada pelestarian alam.
Dalam buku Daniel Goleman, kecerdasan ekologis mencakup kemampuan untuk memahami hubungan kita dengan alam dan bertindak dengan cara yang berkelanjutan. Dengan mengembangkan kecerdasan ekologis, kita bisa berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan memastikan bahwa sumber daya alam tetap tersedia untuk generasi mendatang. Misalnya, kita bisa belajar tentang konsep entropi, yang mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan energi dalam ekosistem. Dengan memahami entropi, kita bisa mengambil tindakan yang membantu mengurangi dampak negatif kita terhadap lingkungan. Selain itu, penting untuk mereduksi antroposentrisme, yaitu pandangan yang menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta. Dengan mengadopsi pandangan yang lebih holistik, kita bisa melihat diri kita sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar dan bertindak dengan cara yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Bertahan hidup bukan hanya tentang menghadapi kondisi luar biasa di kondisi alam yang tidak biasa kita hadapi. Bertahan hidup adalah tentang mempertahankan kehidupan yang diamanatkan di dalam situasi apapun. Bertahan hidup dengan way of life Korpala adalah ‘paduan karakter dan keterampilan’ yang merupakan bekal khas anggota Korpala. Dengan mengembangkan keempat fokus ini, kita bisa memastikan bahwa anggota Korpala tidak hanya bertahan hidup tetapi juga berkembang dalam setiap aspek kehidupan. Dengan meningkatkan IQ, kecerdasan emosi, kecerdasan berkelompok, dan kecerdasan ekologis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh, bijaksana, dan bertanggung jawab. Korpala memberikan kita landasan yang kuat untuk mengembangkan kualitas-kualitas ini, sehingga kita bisa menghadapi tantangan zaman dengan lebih siap dan berkontribusi pada kebaikan bersama. Bertahan hidup dengan way of life Korpala berarti menjalani kehidupan dengan kesadaran penuh, menghargai alam, bekerja sama dengan baik, dan bertindak dengan bijaksana dalam setiap situasi. Dengan cara ini, kita bisa memastikan bahwa Korpala tetap relevan dan berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan di era society 5.0.
Posting Komentar