Maka mungkin akan terjadi kiamat di bumi ini. Kutub utara menjadi kutub selatan, membawa sebahagian ilmuwan berkesimpulan bahwa kepunahan kehidupan massal benar-benar akan nyata.  Skenario kiamat jika kutub berbalik adalah, benua akan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, memicu gempa besar, perubahan iklim secara mendadak, lalu diikuti kepunahan spesies di Bumi.

     Kutub bisa terbalik jika susunan atom besi yang ada di lapisan dalam Bumi mengalami perubahan, seperti magnet-magnet kecil yang berubah arah. Jika susunan atom-atom besi ini berubah, maka secara umum medan magnet Bumi pun akan mengalami perubahan.
     Analisa tentang terbaliknya kutub, juga bukan sekadar rekaan tanpa dasar yang kuat. Ilmuwan menemukan di dalam rentang sejarah bumi, tencatat bahwa kutub terakhir terbalik pada masa 780.000 tahun yang lalu, atau pada Zaman Batu. Dan yang menarik untuk disimak selanjutnya, bahwa Bumi kita saat ini sedang berada dalam proses pembalikan kutub.
     Jean-Pierre Valet, peneliti yang melakukan riset tentang putaran geomagnetik, mengatakan, "Perubahan paling dramatis jika kutub terbalik adalah adanya penurunan besar total intensitas medan magnet Bumi."
     Monika Karte Niemegk Geomagnetic Observatory di GFZ Postdam, Jerman, menguraikan, proses terbaliknya kutub bisa terjadi dalam waktu 1.000-10.000 tahun. Proses itu tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi didahului oleh proses melemahnya medan magnet Bumi.
      John Tarduno dari University of Rochester memaparkan bahwa medan magnet Bumi sangat berpengaruh pada perlindungan terhadap badai Matahari. "Beberapa partikel terkait lontaran massa korona akan diblok dari Bumi. Jika medan magnet lemah, perlindungan menjadi kurang efisien," katanya.
     Tarduno melanjutkan, partikel Matahari yang masuk ke atmosfer tanpa perlindungan medan magnet bisa membentuk lubang ozon oleh reaksi kimia. Meskipun lubang yang terbentuk itu tidak permanen, tetapi bisa bertahan selama 10 tahun yang akan meningkatkan risiko kanker kulit.
     Valet, seperti dikutip Life Little Mysteries, sepakat dengan dampak tersebut. Tahun lalu, dalam paper ilmiahnya, ia menguraikan bahwa kepunahan Neanderthals terjadi pada periode yang sama ketika medan magnet Bumi melemah.
     Dampak lain bila medan magnet Bumi melemah, bisa merusak teknologi yang ada jika badai Matahari menghantam. Medan magnet yang melemah sendiri akan mengganggu banyak spesies yang mengandalkan geomagnetik untuk navigasi, seperti lebah, salmon, paus, dan penyu.

     Beberapa fakta dan analisa yang telah dikemukakan para ilmuan tadi mungkin bisa meyakinkan beberapa kalangan bahwa kiamat benar-benar bisa terjadi. Namun, tak sedikit juga ilmuwan yang meragukan skenario kiamat akibat terbaliknya kutub. Bahkan beberapa lainnya malang menganggap hal itu sepenuhnya merupakan produk fantasi.
     Alan Thompson dari British Geological Society mengatakan, "Tak ada bencana akibat benua bergeser. Geolog bisa melihat dari fosil dan bukti lain." Argumen ini untuk menyanggal teori yang menyebut terbaliknya kutub bisa mengakibatkan bencana luar biasa akibat benua bergeser dan gempa.
     "Bahkan jika medan magnet Bumi melemah, kita yang ada di permukaan akan dilindungi oleh atmosfer. Sama halnya kita tak pernah melihat dan merasakan medan magnet, maka kitapun takkan merasakan perubahannya."
     Apakah Anda memercayainya? Yang jelas, menurut Thompson, perubahan susunan atom besi memang sedang terjadi di bagian bawah Brazilia dan Atlantik Selatan. Medan magnet berkurang sejak 160 tahun terakhir, memicu spekulasi adanya pembalikan kutub.
     Namun, Thompson juga mengatakan bahwa pembalikan kutub bisa saja batal. Bumi adalah sistem yang terlalu kompleks untuk diketahui masa depannya. Di samping itu, waktu perubahan yang masih ribuan tahun, akan memberi kesempatan bagi spesies manusia untuk beradaptasi.
pict: commons[dot]wikimedia[dot]org

      Rahasia alam gaib merupakan suatu misteri yang sampai saat ini masih belum dapat dipecahkan. Siapa yang kuasa emngungkapkannya? Sebab manusia sendiri cuma sampai pada batas kesimpulan. Alam gaib adalah jagad raya semu yang tak terjangkau oleh akal pikiran manusia biasa. Angin-Udara-Air-Tanah adalah empat pokok kehidupan.
      Angin yang bisa dirasa, didengar tetapi tak dapat dipegang dan dilihat. Angin yang sejuk berembus, kadang berubah menjadi badai topan yang maha dahsyat. Sedang udara adalah pernafasan kehidupan. Sifatnya tetap, tidak berubah.
     Unsur air sifatnya mengikuti keadaan. Dimana ada tempat yang rendah, di situlah dia mengalir. Bentuknya luwes sehingga dapat menyesuaikan dirinya dengan alam lingkungannya.
     Dan unsur yang terakhir, yang merupakan inti kehidupan manusia adalah tanah. Ya, tanah!
     Pernahkan Anda berfikir suatu saat nanti Anda akan mati kemudian kembali menjadi tanah lagi? Manusia pertama justru dijadikan oleh Tuhan dari tanah liat yang kemudian ditiupkan roh. Oleh sebab itu manusia harus selalu ingat tentang asa;-usulnya semula. Tanah yang setiap hari dinjak-injak, kadang dikencingi, diludahi, tetapi dia tak pernah protes kepada kita. Walau bagaimanapun juga tanah akan tetap kembali menjadi tanah.
     Pernahkan Anda memikirkan suatu misteri alam gaib akan dapat terbuka oleh ketinggian akal budi manusia, entah pada abad dan peradaban yang akan datang? Jawaban Alif Lam Mim hanya Tuhan yang mengetahui.
     Tapi pernahkan Anda mendengar tentang kematian seseorang yang tidak mau bersatu dengan tanah lagi? Sedang mayat yang dibakar kemudian abunya dilarutkan ke dalam larutan masih ingin kembali bersatu dengan tanah di dasar laut. Memang ada suatu adat yang mengajarkan kepada anak cucu keturunannya, bila mati abu mayatnya jangan dikubur di dalam tanah atau dibuang ke laut. Namun harus digantung di udara. Di tempat yang tersmbunyi. Inilah yang akan saya ceritakan kepada Anda, tentang suatu rahasia salah satu dari ilmu-ilmu alam gaib itu.

     Gerimis pagi yang menampar wajah kakek tua renta itu membuat tubuhnya menggigi. Berkali-kali ia mengeluh, merapatkan kedua tangannya mendekap dadanya yang kerempeng. Seolah-olah perjalanan itu terlalu berat bagi laki-laki tua seusianya. Sesekali ia harus berhenti untuk menenangkan pikirannya. Hatinya masih berdebar-debar ketakutan, setiap kali ingat bayangan-bayangan peristiwa awal dari kesengsaraannya sekarang ini.
     Dua minggu yang lalu, ketika ia sedang tidur nyenyak mendadak satu suara menyeramkan membuatnya terbangaun dengan wajah pucat. Suara seram itu bergaung di dalam kamarnya, melingkar-lingkar tak putus-putusnya. Telinganya sampai terasa sakit.
     "Hhrrr...goghgh..Sogthot..."
     Kemudain jendela dan pintu kamarnya terbuka dengan keras seprti didorong oleh tenaga dahsyat dari luar. Dan angin menerobos masuk memorak-porandakan perabotan rumahnya. Semakin lama suara angin yang masuk itu terdengar semakin mencicit menyeramkan. Dinding kamarnya bergetar hebat dan tempat tidurnya bergoyang-goyang, sementara meja kursi bergelimpangan di lantai bercampur kertas-kertas yang berhamburan. Akhirnya ia menjerit ketakutan. Sesosok tubuh mengerikan tiba-tiba muncul di hadapatannya. Makhluk dari 'planet lain' itu menatapnya dengan bengis.
     "Aku telah datang. Mengapa kau mengundangku?" Kakek tua renta itu menjadi kebingungan mendapat pertanyaan yang aneh. Mengundangnya? Aku? Sampai lama ia tidak menjawab, cuma bibirnya saja yang tetap bergetar seperti diserang demam.
     "Hghhrr... apa yang kau inginkan, manusia?" dengus makhluk itu mengagetkannya dari lamunannya. Dan dengan terputus-putus kakek itu menjawab, "Aku..aku.. ingin memasuki roh alam gaib.."
     "Hhrrgh... tahukah kau bahwa hal itu sangat mustahil dan mengingkari kodrat yang sudah dijatuhkan kepada manusia?"
     "Aku tahu.. tapi.. tapi keinginanku untuk mengetahui segala rahasia alam gaib sungguh sangat besar.."
     "Ghoghh..shogghtt.. Kau telah bertahun-tahun menekuni dunia mistik dan alam gaib. Umurmu kau habiskan hanya untuk mempelajari ilmu-ilmu kebatinan kelas tinggi. Apakah kau tidak menyesal, jika keinginanmu itu kupenuhi tetapi dengan syarat yang berat sekali? Otakmu yang kotor itu memang pantas menjadi pengikutku yang setia, he manusia."
     "Aku..aku berjanji akan memenuhi segala syarat yang akan kau tentukan, asal keinginanku itu terkabul.."
     "Hhhrrghhh..Baik, aku percaya dengan janjimu. Besok purnama penuh, kau harus datang ke puncak Mahameru. Carilah sebuah kawah yang berwarna merah dan kelabu. Di sana kau bisa melaksanakan rencana-rencanamu yang ingin menguasai jagad." Tiba-tiba makhluk mengerikan itu mengeluarkan seribu pekikan yang menggetarkan jantung. Dari atas langit kemudian terdengar nyanyian-nyanyian seram sebagai jawaban. Dan lenyaplah makhluk itu dengan meninggalkan bau busuk.
     Kakek tua renta yang selama hidupnya tekun mempelajari ilmu-ilmu kebatinan kelas tinggi itu kini berdiri terlongong-longong. Akhirnya dia cepat-cepat mempersiapkan segala keperluan untuk mendaki puncak Gunung Mahameru. Malam itu juga dia membuat ramuan mantra di atas tungku api, Dan membalik-balik buku kuno yang berisi tintunan ilmu-ilmu sesat, membuat percobaan-percobaan aneh dan melakukan meditasi tertutup sampai menjelang subuh.
     Puncak Mahameru tampak berselimutkan kabut tebal. Hawa dingin luar biasa, kesepian, kesunyian, keseraman dan sendiri dalam perjalanan di malam purnama penuh, kakek tua renta itu sudah basah kuyup oleh gerimis yang terus mengerus tak henti-hentinya itu.
     Dengan susah payah akhirnya dia berhasil mencapat puncak.
     Waktu itu hampir tengah malam. Bulan yang bersinar bundar di atas menaburkan cahayanya sampai ke bibir jurang di sekitarnya namun kawah yang sedang dicarinya itu masih belum juga ditemukan.
     Tiba-tiba alam sekitarnya menjadi gelap. Dengan kaget kakek itu memandang ke langit. Ya, Tuhan.. matanya terbelalak melihat seeokor burung elang yang besar terbang rendah menutupi rembulan. Dan di atas punggung burung raksasa itu duduk seorang berjubah merah. Sebentar saja burung elang itu sudah menghilang di balik kabut sebelah sana. Si Kakek masih termangu-mangu tekjub, tetapi segera sadar dan cepat mengejar. Berkali-kali dia jatuh bangun menuruni lereng yang terjal penuh jurang menganga seram.
      Sementara gerimis masih tetap turun. Aneh memang, di waktu cuaca begini, bulan masih tetap bersinar. Kakek itu berhenti di depan sebuah kawah yang gelap menyeramkan. Sinar bulan tidak mampu menerangi dasar kawah. Yang tampak cuma kegelapan yang menggila. Dan bau busuk yag luar biasa dari lubang itu. Beberapa saat kemudian, dari dasar kawah itu terdengar suara menggelegak bergemuruh seprti akan memuntahkan lahar. Tanah yang dipijak juga ikut bergetar hebat.
     "Rrrrr..." suara menyeramkan itu kembali terdengar. Dari kegelapan lalu muncul seberkas cahaya merah darah dan perlahan-lahan tampak kabut berwarna kelabu.. Ya, itulah kawah yang dicari-cari itu.
     Dengan hati-hati ia menuruni kawah itu. Baru beberapa langkah, tubuhnya sudah terhuyung-huyung, perutnya terasa mual mau muntahkarena tidak tahan bau busuk yang semakin keras. Sambil merangkak dia mencoba melihat keadaan di bawah sana. Tetapi kabut yang tebal menghalangi pandangannya. Mendadak tanah yang dipijak longsor dan dengan menjerit ngeri tubuhnya terbanting ke bawah..
     "A a a ..." Kakek itu menjadi panik, di tengah udara di saat tubuhnya masih melayang, dia mencoba memegang apa saja yang sekiranya dapat menghentikan luncuran tubuhnya. Namun usahanya itu sia-sia. Dan dengan suara keras tubuhnya jatuh di tengah-tengah kawah. Byurr.. hampir tak percaya dia masih hidup.
     Ternyata di dasar kawah yang dari atas terlihat mengerikan itu, merupakan danau kecil berair panas. Tubuhnya menggeliat-geliat kesakitan. Untung dia pandai berenang, sehingga dengan susah payah akhirnya berhasil ke tepi kawah dengan selamat. Napasnya masih memburu tegang. Waktu dia memperhatikan dengan seksama, ternyata di tengah-tengah danau kawah itu terdapat sebuah batu bundar yang mengeluarkan sinar merah mencorong.
     Tetapi ketika dia akan memasuki sebuah gua di belakang cadas, mendadak matanya terbelalak memandang tulisan di dinding gua sebelah luar. Alangkah dahsyatnya tenaga orang yang mampu menggores batu dengan ujung jari. Tulisan itu berbunyi mengancam:
"Kepandaian sejati bukan untuk menguasai jagad. 
Terkutuklah bagi yang ingkar pada kodratnya dan 
siksa akan menikam di jantungmu sebelum kau menyesali 
perbuatanmu yang berlumur dosa."
     Kakek itu termenung, pikirannya seketika menjadi bingung. Siapa yang menulis peringatan di dinding gua itu? Apakah dia sudah tahu tentang tujuanku datang kemari? Namun bila ingat pesan makhluk dari planet lain yang dipujanya selama ini. akhirnya dia jadi nekat. Tanpa memedulikan bahaya yang mungkin mengancam, dia terus masuk ke dalam gua. Ternyata keadaan gua itu sangat luar biasa indahnya. Sebuah istana di bawah perut gunung. Di setiap tikungan terdapat batu permata yang memancarkan sinar kemilau terang. Bau harum yang segar mengalir terbawa embsan angin. Kakek itu hampir tak percaya ketika melihat seorang putri jelita sedang duduk di atas kursi batu hitam.
     "Masuklah, kau pilih buah itu dan makanlah," perintah putri itu berwibawa. Si kakek ragu-ragu, untuk apa ia harus makan buah ranum itu?
     "He, bukankah tujuanmu datang kemari ingin memiliki kesaktian sejati?"
     "Ooo.." desah kakek itu seperti linglung. Dan tanpa berkata lagi dia terus mengambil buah sebelah kiri dan dimakannya. Buah itu ternyata pahit rasanya.
     "Pergilah ke kamar nomor 99 di ujung lorong sebelah kiri. Waktumu hanya empat puluh hari. Nah, berlatihlah dengan baik."
     Kakek itu menurut, entah mengapa dia tak kuat bertatapan muka dengan putri. Lorong gua sebelah kiri itu merupakan jalur rahasia yang berliku-liku. Tiap-tiap sepuluh langkah pasti terdapat kamar batu. Dia terus mencari kamar nomor 99.
     Dan kamar yang diperuntukkan baginya itu adalah sebuah kamar batu berukuran empat kali tiga meter. Tidak ada sinar yang asuk. SEmuanya tampak gelap menyeramkan. Apalagi udara yang sangat busuk baunya.
     Setelah meneliti semua sudut di ruangan kamarnya, lalu dia memilih tempat untuk bersemedi. Mulai mala itu juga kakek itu berlatih ilmu-ilmu rahasia alam gaib yang diajarkan oleh sesuatu yang tidak tampak wujudnya tetapi terasa kehadirannya. Tiap tengah malam suar misterius itu selalu ada. Suaranya berat, sember dan tidak enak didengar telinga. Makin hari latihannya makin berat. Mengosongkan jiwa tetapi menghidupkan nafsu-nafsu yang bergetar di setiap lubang pori-pori dan urat nadinya. Dan jika siang hari, dia harus membuat percobaan-percobaan gila. Berbagai ramuan yang sudah disediakan sebelumnya, harus dicampur dengan setetes darahnya sendiri. Tiap hari ia menggigit lidahnya untuk mendapatkan darah bagi campuran ramuan mantra yang sedang dicoba.
     Kemudian setelah melakukan tapa pati geni selama empat puluh hari empat puluh malam, kakek itu telah berhasil mencapai tingkatan 'hening sajroning curigo' yaitu kemampuan untuk melihat sesuatu pada jarak ribuan tahun yang lampau maupun yang akan datang. Kekuatan batin yang dapat menggetarkan dan mempermainkan jiwa seseorang yang diingininya melalui ilmu pembetot sukma yang luar biasa jahatnya.
    
     Hari itu selesailah sudah waktu yang dijanjikan untuknya. Dia menghadap putri lagi. Tetapi dia terkejut, ketika melihat wajah putri yang waktu pertama kalidia datang sangat cantik jelita, sekarang berubah menjadi nenek peot yang jelek dan menjijikkan. Sinar matanya berwarna kelabu mengandung unsur-unsur jahat sedang menatap dirinya tanpa berkedip. Tak terasa kulit tubuhnya jadi merinding seram.
     Dia terus bersujud di depan nenek peot itu. Ada rasa takut yang tak dapat dikatakan merayapi jantungnya. Beberapa saat masih hening. Seolah-olah keduanya sama-sama tenggelam dalam kematian semu. Tiba-tiba di luar gua terdengar suara burung elang, wajah nenek peot yang semula dingin tanpa perasaan itu kini berubah tidak senang. Dia seprti mempunyai firasat adanya sesuatu yang mengintai.
     "Hari ini kau telah lulus dalam ujian ilmu-ilmuku. Sejak saat ini kau sudah resmi menjadi pengikut dan pemujuaku yang setia. Apa janjimu setelah ambisimu yang gila nanti terwujud?" tanya nenek peot itu nyaring di antara batuknya. Kakek itu tergagap memandang 'majikannya'.
     "Aku.. akan setia dan menurut apa yang kau perintahkan."
     "Bagus, perlu kau ketahui.. di alam ini ada dua kekuasaan. Alam gelap yang menjadi kerajaanku dan alam terang yang dikuasi oleh musuhku. Kau harus mewakiliku melenyapkan musuh kita itu. Sebab, kehidupan tidak bisa menerima dua sumber kekuatan yang saling bertentangan dalam satu tempat dan waktu yang sama. Salah satu harus hancur. Nah, sanggupkan kau melaksanakan tugas bagi kerajaan kita?"
     "Aku akan menjalankan perintahmu tetapi mohon tanya, siapakah musuh kita itu?"
     "Pergilah ke luar, dia sengan menunggumu di sana.."
     Alam seolah murka. Langit berwarna kelabu gelap. Pohon-pohon juga tampak kelabu. Jalanan berdebu kotor dan sungai yang mengalir berwarna kemilau keruh. Udara seprti berhenti mengalir. Aneh, si kakek memandang semuanya seperti di bawah sadar. Tetapi yang lebih mengejutkan adalah burung elang raksasa dan seorang tua berjenggot putih sampai menyentuh lutut. Wajah tua itu menatap penuh welas asih. Cahaya terang keluar dari tubuhnya yang terbungkus jubah merah. Itulah si orang misterius waktu pertama kali dia datang ke kawah.
     "Sadhu..sadhu.. sadarlah ng'ger.."
     "Apa? Kau bicara dengan siapa?" bentan kakek itu.
     "Kepadamu ng'ger, aku ingin memberi nasihat, tinggalkan tempat ini dan bersujudlah kepada Tuhan Yang Maha Agung dan Suci.." si orang misterius berjenggot panjang itu masih tersenyum damai. Mendadak kakek itu tertawa mengakak.
     "Grr.., kau anggap apa aku ini, cucumu kak? Hua..ha..haha.."
     "Kau memang pantas kusebut cucuku ngger, karena usiamu sepertiga dari usiaku yang sebenarnya. Jangan kaget, akulah yang disebut Ki Waskito, penguasa alam terang, musuh bebuyutan gurumu."
     "Ah, kau..kau..," jawab kakek itu terkejut.
     "Ya, aku memang bertugas menyadarkan orang-orang sesat yang ingkar kepada kodratnya. Jangan terlalu jauh bermimpi tentang rahasia alam gaib. Tidak bisa ng'ger.. tidak bisa.."
     "Tetapi aku telah berhasil, peduli apa denganmu."
     "Apa yang kau ketahui itu cuma kulit luarnya saja. Dan itu telah menyesatkan pikiranmu. Sadarlah sebelum terlambat.."
     "Hmm, susah payah aku berlatih ilmu. Sekarang kau bilang semua itu cuma omong kosong belaka. Jahanam kau. Aku akan menghancurkan Waskito. Aku akan segera melaksanakan rencanaku, dunia ini akan kugenggam di dalam tanganku. Hua..ha..haha..." Dan tertawalah kakek itu seperti sudah sinting.
     "Aku tahu, kepandaianmu sekarang ini mungkin mampu mecelakakan sesamamu yang tidak kau senangi atau malah kau buat suatu percobaan dari ambisimu yang gila. Tetapi kituk cepat menelan dirimu. Kau akan mati di dalam kegelapan. Kau dengar ng'ger, mati dalam kegelapan adalah siksa yang pedih seperti di neraka."
     "Persetan dengan khotbahmu, Waskito. Lihatlah, apa yang akan kulakukan ini," geram kakek itu penuh kemarahan. Dia terus mengambil sebuah kaca bulat sebesar kepala orang. Mulutnya membaca mantra, dan bola kaca itu dibantingnya dengan keras. Bummm.. seketika itu juga terjadi keajaiban. Di depan mereka terpampang ilusi seperti layar yang memperlihatkan keadaan pada saat itu juga dalam jarak ribuan kilometer di tempat lain.
     Alangkah hebat dan ajaibnya. Pada waktu itu tampak seorang laki-laki muda sedang jalan di jalan raya. Entah apa sebabnya mendadak kepala orang muda itu mengepulkan uap hitam, tubuhnya bergetar hebat. Lalu sebelum si orang misterius itu sempat mencegah, kakek itu sudah membentak memberi perintah lewat mantranya. Aneh, orang muda di dalam layar ilusi itu tiba-tiba mengamuk. Dua orang yang sedang duduk di warung diseret kasar terus dibacoknya berkali-kali sampai mati mengerikan.
     Belum puas sampai di situ, kakek itu mulai mengarahkan pikirannya kepada dua buah pesawat terbang yang sedang melayang di atas lautan. Dan dengan kekuatan batinnya, ia mampu memaksa salah satu pesawat itu mengubah arah penerbangannya. Seperti tak berdaya, dua pesawat itu dipermainkannya sebentar, kemudian ditariknya ke dalam lingkaran pengaruhnya. Dua pesawat terbang itu meluncur kencang tanpa kendali lagi, dan..rrr.duaarrr.."
     Bagaimana panik dan menyedihkan tragedi di atas lautan itu. Hancur berkeping-keping kemudian tenggelam ke dasar laut. Mungkin tidak ada seorangpun di dunia ini yang percaya bahwa musibah itu karena perbuatan gila seseorang yang mempunyai ilmu sesat.. dan sudah dapat dipastikan, dunia akan gempar.
     "Hua.ha.ha.. lihatlah Waskito, aku akan menghancurkan apa saja yang berani menentangku. Termasuk kau juga."
     "Biadab. Perbuatanmu sudah keterlaluan ngger. Dunia bisa berantakan kalau nafsu gilamu itu tidak segera dihentikan."
     "Huaah, tua bangka sialan. Apakah kau takut, heh?"
     "Aku takut jika ilmu yang kau miliki itu kau pergunakan untuk mempengaruhi pikiran para pemimpin dunia. Bukan tidak mustahil dengan menciptakan rasa tidak percaya sesama negara maju, kemudian kau memasukkan pikiran iblismu ke dalam otak mereka, dunia ini bisa meledak menjadi kiamat sebelum waktunya..."
     "Hmm, kalau sudah mengerti mengapa kau tidak segera tunduk kepadaku? Berlututlah, dan kuampuni nyawamu!" bentak kakek itu penuh kesombongan. Tetapi Ki Waskito cuma menghela napas panjang berkali-kali. Agaknya dia menyesali ilmu kepandaian orang yang disalahgunakan untuk memuja nafsu. Tapi dia harus segera melenyapkan sumber bibit malapetaka di kemudian hari itu. Dunia benar-benar sedang menghadapi ancaman yang mengerikan dengan lahirnya orang-orang gila yang mabuk peperangan dan ingin hidup sendiri. Entah bagaimana jadinya jika kakek itu berhasil mempengaruhi para pemimpin negara yang mempunyai senjata nuklir untuk saling menghancurkan Akibatnya tentu sangat mengerikan.
     "Kesabarnku tentu ada batasnya ng'ger, jika kau tidak bisa disadarkan lagi, yah.. terpaksa aku harus melenyapkanmu."
     Tertawalah kakek itu mengakak mendengar kata Ki Waskito. Tetapi kemudian wajahnya berubah gelap menyeramkan penuh hawa maut yang menjijikkan. Perlahan-laan ia maju mengancam. Keduanya saling berhadapan dengan waspada. Masing-masing mempersiapkan ilmunya untuk saling terjang. Mendadak kakek itu menggempur dengan suara parau dan tenaganya mendorong ke depan melancarkan serangan yang bukan main hebatnya melanda dada si orang misterius berjubah merah. Tetapi Ki Waskito sudah bersiaga. Dengan cepat dia mengebutkan lengan bajunya yang lebar.
     Serangkum angin lantas menahan hawa jahat dari kakek yang menjadi musuhnya itu. Dan terjadilah pertarungan dua ilmu yang berlawanan aliran. Pertempuran kelas tinggi dari tokoh ilmu kanuragan sejati itu memang sangat mendebarkan jantung. Indah dilihat tetapi mengandung hawa maut yang setiap saat mengincar kelemahan lawan.
     Sekali waktu Ki Waskito memperoleh kesempatan baik. Sambil bersiul nyaring dia melancarkan jurus simpanannya 'Menggugurkan langit mengaduk lautan'. Gelombang tenaga yang tidak terlihat berputar-putar seperti mau merontokkan isi dada musuhnya. Dengan memekik ngeri, kakek itu muntah darah dan tubuhnya terhuyung-huyung mundur. Wajahnya menjadi pucat pasi. Hampir tak percaya dia memandang lawannya masih dengan sorot kebencian. Sekali lagi Ki Waskito melontarkan pukulan sakti udara kosong tingkat kesebelas, kemudian disusul dengan tendangan berantai 'Mengejar arwah, menyambung roh'. Hebat serangannya kali ini. Suatu arus kekuatan gaib mencengkeram kakek itu dan kemudian menghentakkannya sekuat-kuatnya hingga meledak dan hancur berkeping-keping. Sampai beberapa saat Ki Waskito masih termangu-mangu memandangi asap berbau busuk dari bekas 'mayat' musuhnya.
     Perlahan-lahan alam kembali seperti semula. Bayangan semua berwarna kelabu yang aneh sudah lenyap. Tetapi dari jauh, kawah puncak Mahameru menggelegak dahsyat seolah-olah murka melihat kematian murudnya yang setia. Berkali-kali terdengar letusan disertai hujan abu dan percikan api yangmenyembur ke luar dari puncak gunung.
     Ki Warkito segera naik ke atas punggung burungnya dan memburu ke puncak Mahameru. Dia harus segera tiba di sana agar bencana yang lebih dahsyat dapat dicegah. Akhirnya dia melihat tanda-tanda buruk itu. Sejalur asap hitam kemerah-merahan meluncur dari dasar kawah. Ki Waskito menangkap dan meremasnya sekuat tenaga. Ada perlawanan dari benda yang ditangkapnya itu. Tetapi dia makin memperkeras tenaganya. Dan dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Agung, Ki Waskito berhasil menghancurkan benda merah di dalam genggamannya itu.
     Seketika itu juga keadaan menjadi reda kembali. Dan Ki Waskito lalu mengambil sesuatu di dalam benda merah di dasar kawah. Benda itu ternyata abu jenazah orang sakti yang sesat hidupnya pada ribuah tahun yang lalu. Abu jenazah yang tidak mau bersatu kembali dengan tanah.
 cerita: Wahyu HR
Senang 00532, thn 1982

     Genemio dalam istlah orang-orang Biak berarti pohon melinjo bagi orang-orang di tempat lain.
Menurut yang empunya cerita, dahulu hiduplah tiga bersaudara, dua orang laki-laki dan seorang perempuan. Ketiganya sudah lama ditinggal mati kedua orang tuanya. Maka itu mereka hidup mencari makan sendiri dengan susah payah. Kedua saudara laki-lakinya selalu mencari ikan dan si gadis hanya memetik daun genemo sehari-harinya.

     Pada suatu hari ketika sedang tidur, tiba-tiba datanglah seekor ular besar yang kemudian ikut tidur di sebelah gadis itu. Ketika bangun betapa terperanjatnya si gadis, tetapi ular itu segera berkata lembut.
     "Jangan sakiti aku saudaraku, aku akan membelamu bila perlu. Aku bukan ular yang buas dan jahat." Mendengar kata-kata itu semua yang mendengarnya terheran-heran. Dan sejak itu, sang ular menjadi sahabat mereka. Begitu baiknya ia, kemana saja ketiga bersaudara itu pergi mencari makan maka sang ular menyertai dan membantu mereka.
     Pada suatu hari ular itu berkata kepada mereka, bahwa kalau boleh ia akan memperistrikan si anak gadis. Dan begitulah menurut sahibul hikayat, gadis itu pun bersedia menjadi istri ular itu. Setelah selesai upacara perkawinan yang sederhana, si ular mengajak gadis itu pergi ke tempat tinggalnya yang agak jauh dari tempat kegianya tinggal selama ini. Ternyata benar dugaan gadis itu bahwa ular ini bukan ular biasa. Si ular juga mempunya seorang adik, berupa seorang gadis yang cantik. Maka tinggallah keluarga itu di sana bertiga. Gadis yang telah menjadi istri si ular itu, kemudian diberi nama Genemo oleh si ular suaminya.
     Kecurigaan putri Genemo makin hari makin menjadi-jadi, benarkah suaminya seekor ular sejati?
     Maka pada suatu hari ketika ular itu pergi, diikutinya dengan diam-diam. Ternyata ular itu menuju ke pantai. Dan betapa terperanjatnya, ketika tiba-tiba ular itu seperti berganti kulit. Seperti orang membuka baju saja dan keluarlah laki-laki yang tubuhnya agak kotor. Yang segera berlari dan menceburkan diri ke laut untuk mandi. Melihat kejadian ini, segeralah putri Genemo mencari baju atau kulit ular itu, lalu dibakarnya.
     Ketika laki-laki itu selesai mandi dan mencari kulitnya, betapa terperanjatnya ia kaena ia tak menjumpainya, kecuali Genemo yang ada. Putri Genemo pura-pura tak tahu siapa laki-laki kotor yang tak dapat segera berkata-kata sebab masih sibuk mencari-cari kulit ularnya.
     "Kamu tentu menyembunyikan kulit ular itu."
     "Apa?" sahut putri Genemo pura-pura kaget.
     "Katakan saja terus terang putri yang cantik, agar semua menjadi kebahagiaan."
     Mendengar bujukan laki-laki itu, maka berterus teranglah putri Genemo. Setelah ditunjukkannya di mana ia membakar kulit ular itu maka laki-laki itu segera mengambil abunya dan diusapkannya ke seluruh tubuhnya. Mendadak laki-laki itu berubah menjadi seorang pangeran yang gagah perkasa.
     Betapa gembiranya kedua orang itu. Dan ketika mereka kembali ke tempatnya, ternyata di tempat itu sudah berdiri sebuah istana yang megah.
     Dan tak lama kemudian terdengarlah peluit sebuah kapal dari arah lautan. Kapal itu mendekat karena melihat istana itu. Sampai di pesisir, pangeran ular datang menjemput. Dan siapa gerangan yang datang di antara awak kapalnya? Ternyata kakak putri Genemo sendiri sebagai kapten kapalnya. Ia turun ke darat dan berpelukan dengan pangeran ular yang tak pernah disebut-sebut siapa sebenarnya di dalam kisah lama ini.
     Kapten kapal itu kemudian melamar adik pangeran ular yang cantik jelita dan beberapa hari kemudian dirayakanlah perkawinan mereka.
     Ketika kapal hendak berlayar lagi, meriam dijajarkan dari pintu kerajaan sampai ke tangga kapal. Putri yang cantik meniti meriam itu seperti anak tangga. Setiap injakannya membuat dentuman seakan mengelu-elukan keberangkatan kapten kapal bersama sang putri. Maka berangkatlah kapal itu. Dua sejoli dari dua keluarga berpisah dan setelah itu tak ada sehibul hikayat yang menceritakan kelanjutannya.
Dari cerita orang-orang tua Biak yang dicatat oleh Muharran Syah AA, 
pegawai PDK Biak yang disampaikan kepada , Ircham Mc.  
diterbitkan di Majalah Senang 0534, thn.1982

     Aku menguak celah-celah kepulan asap polusi, sambil sesekali mengusap mata yang pedih oleh debu. Di kiri kanan jalan, daun-daun tak hijau lagi. Warnanya coklat oleh debu yang mengendap, sementara entah masih berapa banyak lagi yang masih berterbangan.
     Dengan beberapa lompatan kecil, kuseberangi sungai berair kotor kehitaman. Rumput di sekitarnya layu menguning. Bebeapa depa lagi aku akan tiba di tujuan, yaitu gubuk seorang sahabat, yang telah banyak makan asam garam kehidupan ini. Gubuk tua di tepi tegalan kering yang di belakangnya nampak jauh gunung Bawakaraeng - terpancang kokoh dengan gumpalan-gumpalan  mega menyelimuti puncak.
     Assalamu alaikum, aku menyapa diiringi suara berderik anak tangga bambu yang kuinjak. Dari dalam salamku dibalas sambil mempersilahkan aku masuk.
     Baru saja kuletakkan pantatku di atas tikar kumal di dekat pintu masuk, sahabatku langsung menjejali dengan kata-kata yang membuatku hanya mampu terperangah.
     Kebetulan Kau datang. Kau sebagai salah satu wakil generasi sekarang harus menyadari akan apa yang kusampaikan ini. Karena di tanganmulah dan tangan-tangan pemuda sezamanmulah yamg akan memeruskan, sedang aku sendiri, oh.. aku tak tahu apakah masih akan melihat kelanjutan perjalanan dunia ini di besok hari.
     Alam yang perawan telah kehilangan keperawanannya. Hutan yang gadis telah kehilangan kegadisannya. Sungai-sungai kotor oleh limbah kimia, sedang udara menjadi kotor oleh kepulan asap dari kendaraan-kendaraan bermotor, ditambah berton-ton debu beracun yang disemburkan oleh cerobong-cerobong pabrik.
     Sementara kota-kota penuh sesak oleh manusia, jalan-jalan padat dengan lalulintas, desa-desapun telah sempit oleh ledakan penduduknya sehingga seakan-akan kita tersekap dalam kaleng yang pengap. Napas menjadi berat menyiksa dan megap-megap, seolah manusia berebut udara dari dunia yang tidak berudara lagi.
     Kita sudah lupa atau bahkan tidak mengenal lagi yang namanya hembusan angin segar dan bersih. Kemajuan telah datang.
     Bersamaan dengan itu muncul ratusan ribu pabrik yang mengepulkan bahan pencemar. Teknik pertanian yang baru dengan cara-cara modern membasmi hama, binatang-binatang kecil yang berbahaya. Dan bergembiralah kita yang akan memetik buah yang ditumbuhkan oleh bumi tanpa didahului oleh ulat dan hama.
     Tetapi disamping matinya hewan-hewan kecil yang berbahaya, maka mati pulalah hewan-hewan kecil yang bermanfaat. Lebah-lebah yang ada dalam sarangnya mati, lalu keluarlah madu dalam keadaan tercemar.
     Demikian pula ternak yang memakan tanam-tanaman itu, menjadi sakit, sehingga daging dan susunya tercemar pula. Ikan dalam air dan burung di udara pun sakit, kemudian manusia yang memakannya ikut pula menjadi sakit. Ibu-ibu  menyusui mengeluarkan asi yang tercemar. Maut tersebar kepada siapa saja, lalu segala sesuatu menjadi tercemar.
     Jadilah manusia sekarang sebagai manusia yang layu dengan nafas yang tersndat-sendat dan wajah masam. Tampak ia sudah tua dalam bilangan usia yang masih sedikit.
     Segala sesuatu telah tercemar. Pola hidup moderen telah menyebabkan ozon berlubang semakin besar. Aturan alampun menjadi berantakan. Pergantian cuaca dingin, panas, basah dan kering, hujan dan badai tidak teratur lagi. Semua datang tidak pada jalur perhitungan biasa. Saling menyimpang tanpa ada keteraturan.
     Kemudian datanglah jenis pencemaran yang paling berbahaya, yaitu pencemaran budi pekerti dan akhlak. Penemuan perangkat komunikasi yang semakin canggih, mulai dari radio, televisi, bahan cetak lalu komputer hingga gadget setelapak tangan, menyergap manusia hingga ke kamar tidur.
     Melalui media yang mewabah itu, kita dapat menyajikan kepada umat manusia apa saja yang kita kehendaki. Kita sebarkan kebatilan dan rangkaian kata-kata dusta, bahkan bisa membangkitkan birahi secara gamblang dengan audio visual dalam teknologi yang mutakhir. Siang dan malam manusia ditimbuni material sampah untuk moralnya.
     Maka terjadilah, pemuda-pemuda tidak lagi memperhatikan bangsa dan tanah airnya, apalagi agamanya. Hidup berfoya-foya, menikmati harta dari orang tuanya, yang juga didapat dari memeras orang miskin. Yang dipikirkan hanyalah kepuasan diri sendiri, kepuasan birahi yang berkobar membakar. Semua dicurahkan untuk syahwatnya, sehingga menjadi lemah dan tidak berguna.
     Parodi politisi pedagang oportunis, menjadi sajian rohani wajib di layar kaca, yang jam tayangnya selalu ditunggu-tunggu. Ini menjadi peneguh keyakinan, penyemangat sekaligus media belajar untuk mematangkan jalan hidup idaman hampir setiap orang, yaitu kemunafikan. Kemunafikan yang menjadi jijik bila diucapkan secara gamblang, namun jauh di dalam lubuk hati, menjadi panutan satu-satunya yang harus dipertahankan mati-matian. Bukankah selama ini, praktek oportunisme sudah kita kembangkan secara sadar dan tidak sadar sehingga melandasi semua aspek kehidupan kita?
     Aturan-aturan dasar kehidupan tak perlu diperdulikan lagi. Bukankah Tuhan sendiri sudah lama mati?
     Nah saudaraku, itulah keadaan generasi yang kau jalani saat ini. Sekarang, tegakkanlah kepalamu dan pandanglah hari esok lalu pilih. Kau teruskan tradisi bobrok ini atau kau harus merentangkan kedua tanganmu, lalu kembali memancangkan peradaban mulia kepunyaan umat manusia. Yah, kemulian manusia.
 
 foto: etalasefotoberita.blogspot.com

     Sudah begitu banyak orang dan penggiat kegiatan alam bebas menguasai dengan baik pengetahuan dan keterampilan bagaimana membuat bivak, mendapatkan makanan, membuat api disertai perlengkapan standar navigasi yang begitu canggih, kemudian sukses melanjutkan kelangsungan hidupnya menghadapi situasi survival. Beberapa penggiat lainnya yang tidak pernah melatih diri atau mungkin hanya sedikit  mendapat latihan survival, juga ternyata mampu untuk mengendalikan situasi yang mengancam hidupnya. Namun sayang sekali, beberapa lainnya harus mati meskipun sudah melalui serangkaian Training yang intensif tentang survival skill.

    Ternyata kunci utama menghadapi situasi survival adalah ‘sikap mental yang tepat’ dari individu yang ada di dalam situasi itu. Sangat penting mempunyai keterampilan teknis survival, namun yang menjadi intinya adalah ‘memiliki keinginan untuk bertahan hidup’. Tanpa keinginan untuk bertahan hidup, maka semua keterampilan yang dimiliki menjadi tidak berguna. Semua teori dan pengetahuan mengenai survival hanya menjadi sampah di dalam kepala.

     Di dalam lingkungan survival, kita akan menghadapi banyak tekanan pada mental atau stres yang lambat laun ataupun kadang secara tiba-tiba, akan mempengaruhi pikiran kita. Stres itu akan menghasilkan pikiran pikiran dan emosi yang bila tidak dipahami, akan dapat mengubah rasa percaya diri kita. Orang yang penuh percaya diri akan menjadi peragu, menjadi individu yang tidak efektif sehingga kemampuan survivalnya bisa dipetanyakan. Oleh karenanya Anda harus bisa menyadari dan mampu mengenali aneka macam tekanan mental yang secara umum terkait dengan survival.

     Untuk penjabaran selanjutnya, saya coba untuk membantu menjelaskan sedikit seluk beluk stres, faktor-faktor tekanan mental dari survival, serta beberapa reaksi reaksi yang mungkin muncul dari dalam diri kita ketika berada di dalam situasi survival yang sebenarnya. Semoga sekelumit penjabaran ini bisa membantu kita mempersiapkan diri melalui saat-saat tersulit dalam bertahan hidup.

     Sebelum kita mengetahui reaksi psikologis kita di dalam satu desain survival, baiknya terlebih dahulu kita mengetahui secara sederhana, apa yang dimaksud stres dan efek yang ditimbulkannya. Stres sebenarnya bukanlah satu penyakit yang perlu disembuhkan ataupun dihilangkan. Justru, stres adalah merupakan satu kondisi yang memperkaya pengalaman yang telah kita miliki. Stres bisa digambarkan sebagai ‘reaksi kita terhadap tekanan’. Sebutan atau penjabaran itu untuk setiap pengalaman yang kita alami ketika mendapatkan tekanan secara fisik, tekanan mental, tekanan emosi termasuk tekanan secara spiritual, sebagai respons atas tekanan hidup yang kita terima.

     Karenanya, kita membutuhkan stres, karena banyak manfaat positif yang bisa kita peroleh. Stres membantu kita menemukan kekuatan dan nilai-nilai yang ada di dalam diri.  Stres dapat menunjukkan kemampuan kita menangani tekanan tanpa perlu melanggar nilai-nilai kemuliaan sebagai manusia. Juga akan menjadi media menguji kemampuan adaptasi dan fleksibilitas kita yang nantinya akan bisa memicu kita untuk bisa melakukan hal-hal terbaik dari kemampuan yang kita miliki. Biasanya kita meremehkan peristiwa menyenangkan, yang melenakan (tingkat stresnya rendah), sehingga stres bisa menjadi indikator yang signifikan untuk menyadari hal-hal apa saja yang ternyata penting untuk hidup kita.

     Kita membutuhkan beberapa tekanan di dalam hidup, tentu saja di dalam porsi yang secukupnya. Terlalu banyak stres akan memberi dampak yang buruk. Bahkan bukan hanya stres, hal apapun yang berlebih-lebihan tentu saja akan menjadi buruk. Jadi marilah memiliki stres secara proporsional. Terlalu banyak stres tentu saja akan menimbulkan penderitaan pada diri sendiri, masyarakat dan organisasi. Stres bisa menyebabkan ketidak nyamanan, lalu kita memilih untuk menghidar atau malah melarikan diri dari situasi yang ada.

     Daftar berikut adalah beberapa tanda ketidak nyamanan yang bisa saja diakibatkan oleh terlalu banyaknya stres yang kita alami.
        - Kesulitan membuat keputusan
        - Menjadi pelupa
        - Kemampuan fisik menurun, mudah lelah.
        - Emosi yang meledak-ledak
        - Selalu dalam perasaan kuatir
        - Cenderung berbuat kesalahan, menjadi kikuk.
        - Kadang berfikir tentang kematian atau bunuh diri
        - Menjadi sulit bergaul dengan orang lain.
        - Menarik diri dari pergaulan.
        - Ceroboh
        - Bersembunyi dari tanggung jawab.

     Mengamati daftar di atas, terlihat bahwa stres bisa berfungsi sebagai hal yang konstruktif, namun bila berlebihan maka akan menjadi destruktif. Bisa sebagai pendorong kita untuk terus berkembang atau malah menjadi bencana yang mematikan kita di atas jalan hidup yang sementara berlangsung.

     Stres bisa menginspirasi kita untuk bertindak hingga berhasil sambil mengekspresikan performa maksimum yang efisien dari diri kita, di dalam situasi survival. Sebaliknya stres juga bisa mengakibatkan kita menjadi panik sehingga lupa pada semua materi dan hasil latihan selama ini. Kunci kita untuk survival adalah ‘kemampuan kita memanage dan menghadapi setiap tekanan yang ada’. Kita akan berhasil survival bila kita bisa mengendalikan stres, bukan sebaliknya malah stres yang mengendalikan kita.


     Stressor. Setiap kejadian bisa mengakibatkan stres, Dimana kejadian-kejadian itu kadang tidak muncul satu persatu tetapi bersamaan menyergap kita. Kejadian-kejadian itu bukanlah stres, tetapi ‘penyebab stres’ yang di dalam bahasan selanjutnya saya istilahkan sebagai ‘stressor’. Jadi sederhananya, stressor adalah penyebab, sementara stres adalah respons terhadap adanya stressor.

     Di dalam situasi survival, ketika tubuh kita menyadari dan mengakui adanya stressor, maka ia mulai bertindak untuk melindungi diri. Sebagai tanggapan terhadap stressor, maka akan ada dua kemungkinan yang terjadi. Pertama tubuh mempersiapkan diri dengan baik untuk melawan, atau yang kedua, melarikan diri.

     Bila tubuh menanggapi stressor dengan melawan, maka tubuh akan mengaktifkan sistim SOS di dalam tubuh. Sinyal sos yang terkirim ke seluruh tubuh akan direspon dalam bentuk sebagai berikut:
     - Tubuh melepaskan bahan bakar yang berbentuk (gula dan lemak) untuk memberikan suplay energi dengan cepat, begitu dibutuhkan.
     - Intensitas pernapasan meningkat, untuk memasok lebih banyak oksigen ke dalam darah.
     - Ketegangan otot meningkat untuk mempersiapkan tindakan dalam kewaspadaan.
     - Mekanisme pembekuan darah diaktifkan untuk mengurangi pendarahan dari luka (bila tubuh mempunyai luka).
     - Panca indera menjadi lebih peka. Pendengaran lebih sensitif, pupil mata membesar, penciuman bau menjadi lebih tajam.
     - Denyut jantung dan tekanan darah meningkat untuk mengalirkan lebih banyak darah ke otot.

     Celakanya, stressor itu sangat tidak sopan. Bila stressor lain muncul, bukan berarti stressor pertama akan pergi. Mereka malah akan berkolaborasi, menambah tekanan kepada kita. Hal lainnya lagi, bisa saja stres yang timbul sebenarnya mempunyai intensitas yang rendah, dalam kondisi normal bisa saja diabaikan. Namun bila munculnya stressor-stressor kecil terakumulasi dalam rentang waktu yang berdekatan, atau malah bersamaan, maka bisa menjadi pemicu stres yang luar biasa.

     Sebagai reaksi alamiah, tubuh akan bertahan. Pada titik ini, kemampuan bertahan terhadap stres atau menggunakan stres sebagai pemicu ‘sikap positif’ akan muncul. Mengantisipasi stressor dan mengembangkan strategi mengatasinya memenjadi dua unsur penting dalam memanage stres. Karenanya sangat penting bagi kita untuk menyadari jenis-jenis stres yang akan dihadapi.

 

     Cedera, sakit dan kematian. Merupakan kemungkinan yang nyata yang harus Anda hadapi. Mungkin tidak ada yang lebih stres bila berada sendirian di satu lingkungan asing dimana Anda bisa saja meninggal karena kecelakaan yang terjadi, mengalami cedera, atau karena keracunan oleh makanan tak dikenal. Cedera akan menambah stres karena membatasi kemampuan kita untuk bermanuver mendapatkan makanan dan minumam, mencari tempat berlindung dan membela diri. Meskipun cedera dan penyakit yang ada tidak menyebabkan kematian, namun mereka menambah stres melalui rasa sakit dan ketidaknyamanan yang timbul. Hanya dengan kemampuan mengendalikan stres yang terkait dengan kerentanan pada cedera, penyakit dan kematian, maka Anda bisa memiliki keberanian untuk mengambil resiko yang terkait untuk tetap bertahan hidup.

     Lingkungan. Dalam bertahan hidup, Anda harus mengahadapi stressor berupa cuaca, medan bentang alam dengan berbagai macam makhluk hidup yang menghuni daerah tersebut. Panas, dingin, hujan, angin, gunung, rawa, gurun, serangga, reptil berbahaya dan segala jenis hewan lainnya hanyalah sebahagian dari tantangan yang kita hadapi di dalam survival. Sehingga, segala sesuatunya tergantung pada bagaimana Anda menangani stres oleh faktor-faktor lingkungan tersebut. Apakah akan menjadikan lingkungan kita sebagai sumber makanan sekaligus tempat berlindung yang baik atau malah lingkungan menjadi penyebab ketiaknyamanan yang secara ekstrim akan mengarahkan kita pada cedera, sakit dan akhirnya mati.

     Lapar dan Haus. Tanpa makanan dan air, Anda akan menjadi lemah kemudian akhirnya mati. Jadi, mendapatkan dan mencadangkan makanan dan air akan memberi peluang memperpanjang waktu dalam survival. Mencari makanan bisa menjadi sumber stres yang besar karena Anda membutuhkan banyak energi sehingga mengakibatkan kelelahan.

     Kelelahan. Memaksakan diri untuk tetap bertahan hidup tidaklah mudah. Banyak energi yang terkuras, yang kemudian Anda menjadi sangat lelah. Ada kemungkinan Anda menjadi begitu lelahnya sehingga Anda tetap terjaga, tidak bisa tidur sehingga mendapatkan jenis stres yang baru lagi.


Reaksi Alamiah.

     Manusia sudah mampu bertahan hidup setelah melalui berbagai macam perubahan lingkungan selama berabad-abad. Kemampuan adaptasi yang luar biasa secara fisik dan mental terhadap alam yang terus berubah, sementara banyak spesies lain di sekitarnya yang kemudian punah perlahan-lahan. Mekanisme yang telah dikembangkan oleh nenek moyang kita, bisa kita gunakan untuk membantu kita tetap survive.

     Hal itu sebenarnya tidak mengherankan, karena setiap orang akan memiliki beberapa reaksi psikologis yang khas dalam situasi survival. Namun demikian, ada beberapa gejala umum yang akan dihadapi oleh setiap orang setelah munculnya stressor.

     Rasa Takut. Ketakutan adalah respons emosi kita oleh keadaan berbahaya, yang dipercaya berpotensi menyebabkan kematian, cedera atau sakit. Bahaya yang timbul karena Anda cedera, mengancam kestabilan emosi kita hingga bisa menimbulkan rasa takut.

     Jika Anda dalam situasi survival, rasa takut sebenarnya bisa berfungsi positif bila hal itu akan membuat Anda menjadi lebih berhati-hati dimana kecerobohan bisa mengakibatkan cedera. Sayangnya, rasa takut juga bisa melumpuhkan Anda. Hal itu bisa menyebabkan Anda menjadi begitu takut bahwa Anda akan gagal untuk melakukan kegiatan penting demi tetap bertahan hidup. Kebanyakan orang akan memiliki tingkat rasa takut yang berbeda ketika dalam kondisi yang buruk berada di satu lingkungan yang tidak dikenalnya. Kita tidak perlu malu untuk mengakui hal ini, karena itu sangat manusiawi.

     Kita hanya perlu untuk terus melatih diri supaya tidak dikendalikan oleh rasa takut yang muncul. Idealnya, setiap kita memerlukan pelatihan yang realistis, sehingga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan rasa percaya diri. Dengan kepercayaan diri yang memadai, kita bisa mengatasi rasa takut yang timbul.

     Cemas. Terkait dengan masalah takut adalah cemas. Karena takut itu adalah reaksi yang alami, maka rasa cemas juga salah satu reaksi yang natural. Kecemasan bisa berbentuk rasa gelisah, khawatir karena situasi yang berbahaya (secara fisik, mental dan emosi).

     Bila kita bisa mengendalikannya secara sehat, maka kecemasan bisa mendorong Anda bertindak untuk menuntaskan satu ancaman, setidaknya bisa menguasai stressor yang mengancam keberadaan Anda. Jika kita tidak pernah cemas, maka kita hanya akan memiliki sedikit motivasi untuk membuat perubahan di dalam hidup. Di dalam situasi survival, kita bisa mengurangi rasa cemas dengan melakukan hal-hal yang setidaknya bisa memastikan Anda untuk bertahan dalam situasi yang ada.

     Ketika kita bisa mereduksi rasa cemas, kita juga sekaligus mengendalikan sumber rasa cemas itu, yaitu ketakutan kita. Sampai di titik ini, maka rasa cemas berfungsi sebagai hal yang positif. Bila tidak berjalan di arah yang benar, maka kecemasan akan berdampak menghancurkan. Rasa cemas bisa menjerumuskan kita ke titik dimana kita menjadi mudah bingung dan sulit untuk berfikir. Sekali kita berada di situasi ini, maka keadaan akan semakin bertambah sulit untuk bisa membuat pertimbangan logis dan keputusan yang baik.

     Untuk survive, kita harus belajar dan berlatih cara menenangkan kecemasan, cara mengendalikan kecemasan sehingga tetap berada di rentang yang bisa memberi dampak yang positif.

     Marah dan Frustrasi. Frustrasi bisa muncul ketika kita terus-menerus gagal di dalam upaya mencapai tujuan. Tujuan survival adalah supaya tetap hidup sampai kita bisa mencapai bantauan atau sampai tim penolong menemukan kita. Untuk mencapai tujuan itu, kita harus bisa menuntaskan hal-hal yang diperlukan dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin.

     Frustrasi yang menumpuk akan menimbulkan kemarahan. Tersesat, rusaknya peralatan, cuaca yang tidak bersahabat, medan yang sulit dengan beberapa cedera yang mungkin sudah menimpa kita bisa menjadi sumber frustrasi dan marah. Reaksi impulsif yang ditimbulkannya bisa berupa perilaku yang tidak rasional, keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan matang, bahkan dalam beberapa kasus akan bersikap merajuk, berhenti berusaha melakukan hal-hal yang tidak dikuasai dengan sempurna.

     Sangat penting untuk bisa mengendalikan intensitas emosi yang berkaitan dengan rasa frustrasi dan marah, sehingga kita bisa lebih produktif menghadapi setiap tantangan di dalam situasi survival. Bila kita bisa mengalihkan fokus dari rasa marah, kita bisa menghemat banyak energi yang terbuang percuma akibat penyaluran pelampiasan rasa marah itu.  Kita bisa menciptakan peluang hidup lebih besar untuk orang lain di sekitar kita.

     Depresi. Anda akan menjadi manusia langka, bila tidak dihinggapi perasaan sedih, meski hanya sesaat, ketika berhadapan dengan kesulitan hidup. Rasa sedih yang mendalam akan berubah menjadi depresi. Depresi sendiri berhubungan erat dengan rasa marah dan frustrasi

     Frustrasi akan menyebabkan kita menjadi semakin marah ketika gagal mencapai tujuan. Jika kemarahan tidak berhasil membantu kita untuk berhasil, maka tingkat frustrasi akan semakin tinggi. Sebuah siklus destruktif akan terus berlangsung antara kemarahan dan frustrasi, yang akan menggerogoti kondisi kita secara fisik, emosi dan mental. Ketika kita sampai di titik ini, maka kita biasanya akan menyerah. Fokus kita akan bergeser dari “apa yang bisa saya lakukan’ menjadi “tidak ada yang bisa saya lakukan”.

     Depresi adalah satu ungkapan putus asa, ungkapan perasaan tidak berdaya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan perasaan sedih. Kita menjadi sedih karena memikirkan orang yang kita cintai dan ingat untuk membawa kembali kehidupan ini ke ‘peradaban’ atau ‘dunia yang normal’. Pikiran-pikiran seperti itu pada dasarnya bisa  menimbulkan keinginan dan dorongan untuk berusaha lebih keras, demi hidup ‘satu hari lagi’.

     Di sisi lain, bila kita membiarkan diri kita untuk tenggelam dalam keadaan tertekan, maka akan menguras sebagian besar energi yang sebenarnya bisa digunakan untuk hal lain yang berguna. Maka di sini menjadi penting bagaimana memelihara ‘kemauan untuk bertahan hidup’. Kita harus menolak untuk menyerah pada depresi.

     Sepi dan bosan. Manusia adalah makhluk sosial. Karenanya hanya sedikit orang yang ingin sendiri sepanjang waktu. Karenanya rasa sepi dan bosan bisa mengantarkan kita ke arah depresi. Bila kita dalam situasi survival, entah sendirian atau dengan beberapa orang lain, penting untuk bisa selalu menemukan cara untuk membuat dan menjaga fikiran kita tetap sibuk dan produktif.

     Rasa bersalah. Kadang kita berada dalam situasi survival oleh suatu keadaan yang dramatis dan tragis. Mungkin oleh satu kecelakaan, sehingga Anda adalah satu-satunya korban yang selamat. Sementara Anda selamat, disaat bersamaan orang lain yang kurang beruntung, yang mungkin saja sangat kita cintai, telah menjadi korban meninggal. Hal ini bisa saja menimbulkan rasa bersalah di dalam diri kita.

     Perasaan ini bila digunakan secara positif akan bisa mendorong kita untuk berusaha bertahan hidup hingga tim penolong tiba, atau malah menemukan jalan sendiri menyelamatkan diri. Kita harus mempunyai perasaan bersyukur karena telah selamat, sekaligus menyadari bahwa masih ada skenario kehidupan yang lebih besar yang harus kita selesaikan, sehingga kita masih diberi kesempatan tidak menjadi korban meninggal dalam kecelakaan itu. Kita bisa menanamkan keyakinan di dalam diri bahwa kita sekarang memegang amanah untuk menyelesaikan tugas yang belum sempat dituntaskan oleh orang-orang yang telah menjadi korban.

     Apapun alasan yang bisa kita temukan, yang penting jangan membiarkan rasa bersalah yang timbul menghalangi kita untuk melanjutkan kehidupan. Hidup yang menyia-nyiakan kesempatan hidup tidak akan mempunyai arti apa-apa. Dan hal itu akan menjadi tragedi besar kehidupan.


Mempersiapkan Diri

     Misi kita dalam survival adalah untuk tetap hidup. Bermacam-macam pikiran dan emosi yang kita alami dalam survival bisa dikendalikan, atau malah sebaliknya mereka yang mengendalikan kita.

     Rasa takut, cemas, marah, frustrasi, rasa bersalah, depresi dan kesepian adalah jenis-jenis stres yang secara umum kita hadapi di dalam situasi survival. Ketika kita mengontrol dengan baik setiap reaksi tadi, akan meningkatkan peluang kita untuk bertahan hidup. Tentu saja, kita perlu meluangkan banyak waktu, tenaga dan fokus latihan untuk bisa mengendalikan setiap stres yang muncul. Bagaimana melawan rasa takut, bagaimana bereaksi untuk menciptakan rasa aman, bagaimana mempertahankan rasa percaya diri setiap anggota tim kita, untuk tetap berusaha menghadapi setiap rintangan.

     Bila kita gagal mengontrol reaksi tersebut dengan cara yang sehat, maka reaksi stres itu akan membuat kita berhenti. Jangankan bisa mengerahkan sumber daya internal dalam diri kita, kita malah mendengarkan dan mengembangkan kekhawatiran dari dalam diri. Ketakutan itu akan menyebabkan kita kalah secara psikologis, jauh sebelum kita benar-benar kalah secara fisik.

     Ingatlah, survival adalah kondisi alamiah untuk setiap orang, yang tiba-tiba saja terperangkap dalam situasi perjuangan hidup-mati di dalam kondisi survival. Jangan kuatir akan ‘reaksi alamiah dari situasi yang tidak biasa’. Persiapkan diri kita untuk menguasai reaksi ini sehingga kita bisa manfaatkannya untuk bertahan hidup dengan cara terhormat dan bermartabat.

     Mempersiapkan diri dengan pengetahuan tentang reaksi yang mungkin muncul di dalam suatu situasi survival, merupakan tindakan yang produktif. Tantangan di dalam survival sudah menghasilkan banyak contoh terpuji dalam bentuk karakter kepahlawanan, keberanian dan kerelaan berkorban. Kualitas-kualitas itu akan kita dapatkan bila bisa mempersiapkan diri secara efektif.


     Berikut ini, beberapa tip untuk membantu persiapan diri secara psikologis untuk bertahan hidup. Kita bisa mengembangkan ‘sikap survival’ yang baik dengan melakukan pelatihan yang tepat dan terarah.

1. Kenali diri sendiri

     Luangkan waktu dan ikuti pelatihan, tanya pada keluarga dan teman-teman untuk menemukan siapa diri anda sebenarnya. Perkuat mutu diri Anda menjadi semakin kuat dan kembangkan potensi yang Anda ketahui diperlukan untuk survive.

2. Antisipasi rasa takut

     Jangan pernah berpura-pura bahwa Anda tidak punya rasa takut. Mulailah berfikir tentang hal-hal yang paling menakutkan bila Anda berada dalam situasi sendirian. Latihlah diri untuk mengendalikannya, namun bukan menghilangkan rasa takut sama sekali. Kembangkan rasa kepercayaan diri yang baik dalam setiap kemampuan yang Anda miliki sehingga bisa mengendalikan dan mereduksi kekhawatiran-kekhawatiran yang timbul.

3. Bersikap realistik

     Jangan takut untuk melakukan penilaian yang jujur terhadap suatu situasi atau kondisi. Pandang permasalahan di dalam kacamata pandangan orang lain. Perhatikan dan pelihara apa yang Anda harapkan dari perkiraan situasi yang ada. Jangan membuat harapan yang di luar perkiraan, karena nanti akan menjadi bibit kekecewaan yang sangat pahit. Ikuti pepatah lama, ‘berharap yang terbaik, bersiap untuk yang terburuk’. Kita tentunya lebih mudah beradaptasi dengan ‘kejutan’ tentang situasi yang menyenangkan dari suatu nasib baik yang tak terduga, dibanding menjadi marah oleh keadaan mengecewakan yang tidak terduga sebelumnya.

4. Menerapkan Sikap Positif

     Pelajari dan lihatlah potensi baik di dalam segala hal. Menemukan hal-hal baik bukan hanya akan meningkatkan moral kita, tetapi juga sangat penting dalam mengolah imajinasi dan mengeksplorasi kreativitas.

5. Ingat apa yang Anda pertaruhkan

     Gagal mempersiapkan diri secara psikologis untuk mengatasi situasi survival akan menyebabkan reaksi seperti depresi, ceroboh, kurang konsentrasi, kurang percaya diri, tidak bisa membuat keputusan yang baik. Ingatlah selalu, bahwa hidup Anda dan hidup orang lain sedang dipertaruhkan di tangan Anda.

6. Latihan

     Melalui pelatihan intensif dan pengalaman hidup yang keras, bisa menjadi modal untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi survival. Ingat, semakin realistik suatu pelatihan, semakin memperkecil kemungkinan kita gagal dalam suatu situasi survival.

7. Belajar teknik Manajemen Stres
      Orang di dalam tekanan stres berpotensi untuk menjadi panik jika tidak disiapkan secara psikologis untuk menghadapi situasi yang mungkin terjadi. Meskipun kita sering tidak bisa mengatur keadaan apa saja yang boleh menimpa kita di dalam satu kondisi survival, tetapi kita punya kemampuan untuk mengendalikan reaksi kita di dalam merespon setiap keadaan.
     Mempelajari teknik Manajemen Stres bisa meningkatkan kemampuan kita untuk tetap tenang dan fokus saat kita berusaha menjaga diri dan hidup orang lain. Beberapa teknik penting misalnya keterampilan relaksasi, keterampilan manajemen waktu, keterampilan ketegasan, juga keterampilan restrukturisasi kemampuan kognitif (kemampuan untuk mengontrol bagaimana kita bisa melihat situasi secara realistis).

     Sebagai penutup tulisan ini, satu ungkapan kunci di dalam survival yaitu ‘keinginan bertahan hidup’ bisa juga ditransformasikan menjadi bentuk ungkapan lain: ‘menolak untuk menyerah’.

 rujukan : US Army Survival Manual

     Untukku, ini suatu kemewahan yang luar biasa, bisa menumpang kapal dengan fasilitas 'wah' di saat itu. Belum banyak kapal laut mewah yang menghubungkan pulau-pulau Indonesia. Dan Kambuna waktu itu merupakan salah satu dari kapal yang merintis kemewahan transportasi antar pulau melalui laut.
     Menuju Tanjung Priok Jakarta, membutuhkan dua hari dua malam dari Ujung Pandang. Begitulah waktu yang terasa sangat singkat, untuk rombongan kami 19 orang mahasiswa Geology Unhas menuju Jakarta untuk menghadiri Pertemuan Ilmiah Tahunan IAGI 1985. Lalu jadilah, keriuhan penumpang kelas ekonomi semakin menjadi oleh rombongan kami.
     Kelas ekonomi, iya.. namun kemewahan kapal itu masih dapat dirasakan. Misalnya saja untuk urusan mandi, biasanya kami menuju ke lantai atas dimana kelas satu dan kelas dua terletak, lalu menggunakan fasilitas kamar mandi di sana. Fasilitas lainnya, bar, restoran, bioskop.. semuanya bisa.. kecuali satu hal, tidak bisa ikut makan bareng dengan penghuni kelas berbeda. Kami di kelas ekonomi harus ngantri di depan pantri, yang antriannya bisa melingkar-lingkar panjang hingga ke dek 7 depan mushallah.. Luar biasa sekali.
 Rukmini Nento, Jhoni Malinggi, Minhajuddin, Chaeruddin Rasyid dan saya sendiri Hero Fitrianto.
 ada Clara Cussoy, Abd.Madjid, Musri M, Ahmad Haerudin, Ashari Aras, Ahmad Habib, Najamudin, Bustanudin
     Di antara keriuhan dek ekonomi yang kami tempati, maka ada peristiwa yang pastinya begitu menghebohkan. Mengisi kejenuhan suasana perjalanan, maka beberapa teman bermain kartu domino. Biar kelihatan lebih seram, maka beberapa lembar uang ribuan digelar di sekitar kartu yang dimainkan. Tidak ada yang berjudi, hanya sekadar aksi-aksian biar kelihatan wah.
     Dan ternyata selanjutnya benar-benar wah. Ketika permainan semakin seru, pemain dan supporter begitu bersemangat banting membanting kartu, muncullah beberapa satpam kapal. Dengan sopan, semua yang terlibat di sekitar kartu, digelandang ke kantor satpam. Dilarang berjudi di atas kapal. Kartu dan uang yang berserakan semuanya disita.
     Semua argumen dikemukakan, namun tidak satupun yang bisa meyakinkan bahwa apa yang dilakukan tadi semuanya hanya senda gurau, tidak ada yang benar-benar berjudi. Begitu kapal merapat di pelabuhan nanti, mereka akan diserahkan ke pihak kepolisian. Wah..
     Melengkapi proses pendataan mereka yang 'tertangkap' tadi, petugas keamanan kapal meminta kartu identitas. Kaget bukan kepalang, semuanya adalah mahasiswa.. lalu satunya lagi, aduh mak.. Master. Satpam itu geleng-geleng kapala, antara percaya tidak percaya. Buku ditutup, semua kartu ID dikembalikan.
     Mestinya bapak-bapak memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Kali ini saya bebaskan kalian semua. Ingat, jangan berjudi di atas kapal. Rupanya pak Satpam itu tetap tidak percaya kalau semuanya hanya sekadar bermain kartu saja tanpa judi.
     Ketika singgah transit di Surabaya, beberapa teman nekad ke Pasar Turi untuk lihat-lihat mall. Maklum saja, di Ujung Pandang waktu itu belum ada mall. Jalla sekali kodong. Lalu tragedi itu muncul. Lagi-lagi antara percaya dan tidak percaya, ada sendal jepit dari salah seorang 'rusa masuk kota' itu yang terjepit dan tertelan oleh eskalator di Pasar Turi. Untung hanya sendal, jari kakinya tidak ikut-ikutan masuk.
atas dengan Darwis Limbung, bawah dengan Sulaeman Qamar
 
     Dan sederet cerita konyol lainnya yang tidak terekam di memori saya, masih bisa ditambahkan di kolom komentar di bawah. Untuk itu, dengan segala kerendahan hati saya menunggu kerelaan teman-teman untuk melengkapinya.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.