Inilah Minahasa yang ibukotanya adalah Tondano. Menyongsong perayaan Natal oleh masyarakat Minahasa yang sejatinya sebahagian terbesar adalah pemeluk agama yang disebarkan oleh Nabi Isa a.s benar-benar merupakan fenomena yang sangat menarik bagiku. Mungkin karena selama ini saya melalui suasana Natal di lingkungan yang mayoritas adalah penganut Islam, sehingga hanya sedikit dari nuansa Natal yang menyerempet ke permukaan keseharianku. Namun sungguh sangat berbeda ketika hari demi hari saya habiskan di Tondano.
Tiga minggu menjelang hari-H itu, suasananya sudah begitu hangat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan simbol-simbol Natal. Hiasan lampu kerlap-kerlip dengan pohon berbentuk kerucut, sudah menghiasi hampir setiap rumah di sepanjang jalan-jalan yang saya lalui. Segala macam kreasi tertuang ke sana. Ornamen-ornamen yang menghias teras, halaman, pagar, gapura, bahkan trotoar dan apa saja, semuanya sangat mudah dikenali adalah sesuatu untuk menyambut perayaan kelahiran sang Nabi.
Ada yang menarik dan agak tidak lazim menurut saya, adalah keriuhan di pemakaman di 24 desember malam. Pemakaman yang terletak di jalan poros Tondano-Tomohon sungguh sangat riuh malam itu. Karenanya saya tertarik untuk singgah ketika melintas disana di malam natal itu. Rupanya di saat itu sangat banyak peziarah yang mengunjungi makam. Lilin-lilin dinyalakan dan dipasang di atas nisan kuburan yang dikunjungi oleh para kerabat. Lalu doa-doa dipanjatkan.
Yang tidak kalah menarik tentunya, hamburan kembang api disertai suara mercon yang sahut menyahut yang berasal dari area pemakaman. Rupanya sebahagian peziarah mengekspresikan perasaan mereka (yang saya tidak tau bagaimana membahasakannya) di pemakaman itu dengan keriuhan mercon dan kembang api. Jadilah di kegelapan pekuburan yang syahdu oleh nyala lilin-lilin yang mengantar doa-doa, kemeriahan mercon dan sinar aneka warna kembang api, saling berebut kuasa di tangkapan indera-indera kita.
Tiga minggu menyongsong hari Natal adalah hari-hari dimana semarak sambung menyambung menghangatkan semangat masyarakat Minahasa. Tak tampak ada lelah karenanya. Bahkan seakan sedang berlari menuju garis finish, keriuhan yang tercipta seakan support yang memacu semangat untuk meraih kemenangan ketika hari yang dinantikan telah tiba.








Posting Komentar
...