Menjadi inspirasi Muhammadin, suami ibu yang bernama Kartini itu mendirikan sekolah yang kemudian dinamainya dengan nama Kartini. Sekolah itu seakan menjadi sebuah prasasti yang menuliskan kisah perjuangan pasangan ini melayarkan cinta bahtera rumah tangganya yang mengobarkan cita-cita mulia akan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat sekitarnya.
Dan nama Kartini itu yang melekat kuat diingatan saya, ketika pertama kali berkenalan dengan keluarga ini 28 tahun yang lalu. Bagaimana bapak Muhammadin yang bertutur dengan lembut, namun menyiratkan kobaran semangat yang begitu berapi-api, tentang cita-cita sekolah yang didirikannya. Lalu di pertengahan Agustus 2013 ini, suatu anugrah bisa bertemu kembali dengan keluarga beliau yang bersahaja di dusun Kalimporo, yang terletak dalam wilayah administratif desa Tambangan kecamatan Kajang Bulukumba.
Sayang sekali, pertemuan kali ini berlangsung terlalu singkat. Tidak banyak hal yang sempat kami perbincangkan seperti dulu, ketika rombongan saya menginap sepuluh hari di dusun Kalimporo itu. Di dalam hati, saya berdoa semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kesempatan yang lebih longgar bisa mempertemukan kami kembali, lalu bisa bertukar wawasan kearifan masyarakat kajang ke dalam ruang-ruang memori di kepala saya. Suatu harap yang tentu saja tidak muluk-muluk.
Teriring salam dan doa, semoga bapak Muhammadin, ibu Kartini dan keluarga selalu diberi kesehatan dan umur panjang sehingga kita bisa bertemu lagi dan lagi, di masa yang akan datang.





Posting Komentar
...